Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 Tulis Artikel dan dapatkan Bayaran Tiap Kunjungan Rp 10-25 / kunjungan. JOIN SEKARANG || INFO LEBIH LANJUT

PERKECAMBAHAN




Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah , ukuran dan volume sel yang Irreversible atau tidak bisa kembali kebentuk semula

Pertumbuhan menekankan pada kuantitas , sedang perkembangan proses mencapai kematangan / kedewasaan individu yang tidak bicara kwantitas tetapi kwalitas sel.
Meski demikian Pertumbuhan dan Perkembangan berjalan secara sinergis pada mahkluk hidup.
Untuk membicarakan pertumbuhan itu pada tanaman bisa dilihat pada peristiwa perkecambahan(awal pertumbuhan) yang diakhiri dengan pertumbuhan tanaman menjadi dewasa yang berbunga sehingga menghasilkan sel kelamin sehingga mampu menghasilkan alat perkembang biakan bisa berupa buah dengan biji ataupun yang lainnya sehingga bisa membentuk individu yang kemudiaan berbunga berbiji berkecambah lagi.




PERKECAMBAHAN
  • Perkecambahan pada biji tanaman diawali dulu dengan biji Dormancy ( berhenti aktivitas)
  • dari kondisi dormancy membuat biji mengering karena transpirasi dll
  • peristiwa penguapan di biji ini membuat tekanan osmotic biji meningkat / tinggi
  • karena keadaan biji kering sehingga hipertonis dengan kondisi lingkungan yang berair maka terjadilah imbibisi
  • imbibisi adalah kondisi air yang masuk kedalam kulit biji dan volume biji membesar
  • membesarnya biji membuat tekanan turgor naik , sehingga terjadi penekanan kulit biji kearah luar meningkat
  • adanya air di biji juga membuat hormon asan absisat menurun kadarnya sedangkan hormon giberelin di dalam biji menjadi aktif dan meningkat
  • Giberelin aktif pada biji ini akan menggiatkan Enzim amylase sehingga menjadi aktif
  • Enzim amylase kemudian menghidrolisis amilum pada cadangan makanan biji (kotiledon) . menjadi glukosa
  • adanya glukosa menjadkan embryo /calon individu mendapatkan makanan sehingga merangsang pembelahan
  • sel di bagian yang aktif melakukan mitosis seperti di bagian ujung radikula pada hypokotil , dan plumulae pada epikotil
  • akibat pertumbuhan baik pada calon akar dari (hipokotil ) maupun batang pada bagian (Epikotil) akan menekan dan memecahkan kulit biji yang sudah lunak karena tekanan turgor air yang tinggiPERKEBAMBAHAN

  • akibat dari proses itu munculah kecambah (calon tanaman)
  • jika perkecambahan itu di tempat gelap maka akan cepat karena Auksin aktif tanpa cahaya memacu daerah apikal tumbuh cepat (Etiolasi ) namun jika tanpa cahaya terus akan mati seiring dengan habisnya makanan di cadangan makan karena tidak segera digantikan dengan makanan dari hasil fotosintesis , jika ada sinar matahari tumbuh aktiflah dia ( Begitu kisah perkecambahan )

Apa yang bisa dianalisis dari kisah diatas
  1. dormancy bagi biji ternyata penting
  2. maka ketika kita habis makan rambutan , bijinya kita buang ia tidak akan tumbuh ? mengapa karena di biji masih basah , masih banyak air sehingga tidak mungkin bisa terjadi osmosis.
  3. Air dalam perkecambahan untuk apa ? ternyata bukan untuk fotosintesis , namun untuk meninggikan tekanan turgor , mengaktifkan giberelin , mengakhiri dormancy
  4. Jadi kotiledon berfungsi sebagai cadangan makanan dalam benih. Selama perkembangan biji tanaman, kotiledon ini sebagai gudang makanan ketika perkecambahan , kotiledon yang berisi banyak makanan ini akan digunakan terus ketika lembaga membentuk organ organ , setelah terbentuk organ , misal plumulae sudah menjadi daun sejati maka berhenti pengambilan makanan di kotiledon karena sudah terjadi fotosintesis.

Ada 2 jenis perkecambahan berdasarkan kecepatan pertumbuhan epicotyl dan hypokotilnya serta letak kotiledon terhadap tanah tumbuhnya
  1. Epigeal : jika pertumbuhan hypokotil lebih cepat dibanding epikotil sehingga kotiledonnya terangkat diatas tanah sering juga disebut epigeous
  2. Hypogeal : jika pertumbuhan epikotil lebih cepat dibanding hypokotil , ini menyebabkan kedudukan kotiledon tetap dibawah tanah tanah sering disebut Hypogeous
    Epikotil itu lembaga yang ada diatas kottiledon yang nanti membentuk plumulae calon daun, sedang hypokotil itu lembaga yang ada dibawah kotiledon yang nanti jadi radikula calon akar.